Oscilator LC
I. Tujuan percobaan
Menampakan bentuk gelombang masukan dan keluaran pada osciloscope dan mengukur frekuensi resonansi untuk harga kapasitor yang berbeda .
II. Dasar teori
Frekuensi osilator dengan umpan balik biasanya ditentukan dengan menggunakan jaringan induktor kapasitor (LC). Jaringan LC sering disebut sebagai ”rangkaian tangki”, karena kemampuannya menampung tegangan AC pada ”frekuensi resonansi”.
Oscilator adalah rangkaian yang dapat menghasilkan getaran getaran listrik .rangkaian sedaerhana seperti gambar 1.2-1 dapat digunakan untuk menjealaskan prinsip terjadinya getaran listrik.
Mula mula saklar berada pada posisi 1 kapasitor ( c ) terisi dengan polaritas dibawah positif di atas negative .jika saklar dipindahkan pad posisi 2 .kapasitor akan membuang muatan lewat inductor (L) .Arus pembuangan muatan ini menyebabkan inductor termuati dengan polaritas di ukung bawah negative dan atas positif ,ssehingga saat kapasitor habis muatannya pada inductor akan tertimbbbun daya .karena saklar pada posisi 2 maka muatan pada inductor akan mengalirkan arus ke kapasitor,kapasitor termuat lagi dengan polaritas yang berlawanan .begitu selanjutnya hingga pada rangkaian inductor dan kapasitor akan didapt getaran yang semakin lama semakin mengecil .untuk mendapatkan getaran yang konstan ,maka harus diperlukan umpan balik dan penguat ( Transistor ).
III. Alat dan Komponen
Resistor 5,6 K 1 Buah
Resistor 1K 1 Buah
Resistor variable 1K 1 Buah
Kapasitor 1 uF 1 Buah
Kapasitor 0,47 uF 1 Buah
Kapasitor 4,7 uF 1 Buah
Kapasitor 10 uF 1 Buah
Transformator 1:1 1 Buah
Transistor BC 550 1 Buah
Catu Daya DC 1 Buah
Osiloskop dual trace 1 Buah
Multimeter 1 Buah
Kabel – kabel penghubung
IV. Langkah Kerja
- Merangkai seperti gambar 1.4-1 dengan C = 0,47mF. Hubungkan dengan oscilloscope, kanal A=keluaran penguat, kanal B=masukkan penguat. Ubah potensiometer hingga didapati osilasi tanpa distorsi pada osiloskop. Ukur tegangan kolektor dan arus masukkan .
VA =…[V]
I =…[mA]
- Mengambar bentuk gelombang masukkandan keluaran, ukur amplitude dan frekuensinya.
- Menganti kapasitor 0,47 mF dengan 1 mF, lakukan pengukuran kembali.
- Dengan mengganti-ganti kapasitor lengkapi tabel dibawah.
V. Data Hasil Percobaan
Tabel .1 Hasil Pengukuran
| C ( µF ) | Pengukuran | Perhitungan | |
| T ( mS ) | F ( Hz ) | F ( Hz ) | |
| 0,47 | 1,6 | 625 | 625 |
| 1 | 2,2 | 454,5 | 428,6 |
| 4,7 | 5,2 | 192,3 | 197,7 |
| 10 | 8,6 | 116,2 | 135,5 |
Gambar Gelombang Output
| Kapasitor | Bentuk gelombang |
| 0,47 μF |
VI. Pembahasan Dan Analisa Data
Dari percobaan dengan C = 0.47 µF, didapatkan Fo = 625 Hz
Sehingga nilai =
= 0.138 H ……………………. ( 2 )
Dengan L = 0,138 H , maka dengan perhitungan didapatkann nilai Fo sebagai berikut :
Ø Fo = 428,6 H untuk C = 1 ( µF )
Sehingga prosentase kesalahan = x 100% = 6, 04 %
Ø Fo = 197,7 H untuk C = 4,7 ( µF )
Sehingga prosentase kesalahan = x 100% = 2,7 %
Ø Fo = 135,5 H untuk C = 10 ( µF )
Sehingga prosentase kesalahan = x 100% = 14,2 %
Dari grafik didapatkan besarnya Vo = 10 Volt, Vi = 0.24 Volt
Maka didaptban besarnya penguatan tegangan :
Secara grafik fungsi C dapat digambarkan sebagai berikut :
Posting Komentar